Hari ini aku sedang menunggu seseorang, bukan.. Dia bukan seseorang yang spesial tetapi sesuatu yang akan dibawakan olehnya-lah yang sangat spesial untukku.
Beberapa hari yang lalu dia berjanji akan membantuku menyelesaikan masalahku, semoga dia menepati janjinya.
Oh iya kenalkan aku adalah seorang pria dengan ambisi tinggi dan aku akan melakukan apapun untuk mencapai tujuanku, aku hanya tinggal dirumah berdua dengan ibuku, salah satu ambisiku termasuk menjadi satu2nya ahli waris seluruh harta kekayaan orang tuaku, yah walaupun aku punya 4 saudara lagi.
Tok..tok.. Ada seseorang yang datang, mungkin orang yang ku tunggu sudah datang. Dan memang benar dialah pak anton mantan pacar ibuku saat masih muda dulu dan sampai sekarang pak anton masih blm bisa move on dari ibuku walau ibu sekarang tengah menderita gangguan jiwa.
Senang sekali rasanya melihatnya datang dan membawa sesuatu yang telah dijanjikannya tempo hari, sebuah kantong besar diberikan kepadaku, ku periksa isinya apakah benar sesuai pesananku.
Pak anton benar2 menepati janjinya, aku cek isi kantong yang diberikan oleh pak anton. 1 potong jempol dan bola mata ayahku dan 4 kepala adik2ku, kemudian aku membuat perapian untuk membakar potongan tubuh itu dan hanya ku sisakan jempol ayahku untuk ku ambil sidik jarinya sebagai tanda tangan bahwa ia setuju telah mewariskan seluruh hartanya hanya kepadaku dan bola matanya untuk ku simpan agar ia bisa menyaksikan bahwa hartanya jatuh ditangan orang yang tepat.
tapi tunggu masih ada 1 pesananku yang kurang, dimana pistol dengan peredam suara yang juga termasuk dalam pesananku? Gawat mungkin pak anton sudah tau tujuanku.
Bergegas aku menuju kamar ibuku namun ia sudah tidak ada disana, sial pak anton telah membawa kabur ibuku padahal aku masih membutuhkan isi kepala dan juga jantungnya untuk ku makan agar ibu bisa hidup dalam diriku dan menikmati harta suaminya dengan tubuh yang sehat dan otak yang waras.
Penulis: Sigit Putranto
Penulis: Sigit Putranto

EmoticonEmoticon